Review : SIGNAL (2016)

signal_korean_dramaBaru kali ini ya saya review Drama Korea. Tapi yang satu ini beda banget sama drama-drama Korea yang umumnya sudah kita ketahui tipe cerita atau karakter tokohnya. Saya yang bukan hard core fan drama korea aja bisa suka. Kemungkinan besar karena genre dramanya juga yang memang kesukaan saya 😀

Genre-nya Kriminal, Thriller, and a very little bit fantasy. Kasus-kasus yang dibahaspun kasus-kasus real yang pernah terjadi di negara Korea Selatan dalam kurun waktu tahun 1980-an hingga 2000-an.

PLOT

Kisahnya tentang sebuah walkie-talkie yang menghubungkan seorang detektif bernama Detektif Jae-Han (Cho Jin-Woong) yang hidup di tahun 1989 dengan seorang profiler pidana bernama Hae-Young (Lee Je-Hoon) yang hidup di tahun 2015.

Hae-Young bekerja sebagai profiler pidana dan juga seorang letnan polisi. Meskipun seorang polisi, tapi ia sendiri tidak percaya polisi karena pengalaman masa lalunya.

Tahun 2000. ketika Hae-Young masih di sekolah dasar, teman sekelasnya Yoon-Jung diculik dan kemudian ditemukan tewas. Sebelum penculikan, Hae-Young sempat melihat seorang wanita mengambil Yoon-Jung dari sekolah pada hari itu, tapi polisi mengumumkan bahwa tersangkanya adalah seorang pria. Kemudian Hae-Young pergi ke kantor polisi dan mengatakan kepada polisi bahwa ia melihat penculik Yoon-Jung dan dia adalah seorang wanita, bukan pria. Namun para petugas polisi tidak menggubrisnya. Hingga saat ini pembunuh Yoon-Jung tidak pernah tertangkap dan kasusnya tetap belum terpecahkan.

Tahun 2015. Hae-Young bertemu seorang wartawan di sebuah kafe untuk mengungkapkan skandal seorang selebriti. Pada saat itu juga seorang veteran detektif Soo-Hyun (Kim Hye-Soo) mengintai pertemuan tersebut, Soo-Hyun tidak tau bahwa Hae-Young adalah seorang polisi, kemudian menangkap Hae-Young dengan tuduhan menguntit selebriti.

Setelah terbebas dari tuduhan tersebut, Hae-Young meninggalkan kantor polisi (kantor polisi yang sama saat ia pergi ketika masih anak-anak), ia mendengar seseorang berbicara kepadanya. Setelah mencari disekitar lokasi ia menemukan sebuah walkie-talkie. Ternyata orang yang berbicara dengan Hae-Young itu adalah Detektif Jae-Han. Sejak saat itu Hae-Young dan Detektif Jae-Han mulai berkomunikasi melalui walkie-talkie tersebut. Dari sini cerita dimulai.

REVIEW

Puas sama drama satu ini. Sayang banget cuma 16 episode. Tapi kalo nonton episode terakhirnya kayanya bakal ada season keduanya.

Untuk yang suka genre detektif, thriller, atau kriminal, drama korea satu ini saya rekomendasikan banget. Bagi saya semacam wangi baru dari dunia drama negeri ginseng. Commonly yang saya tau drama korea soalnya seputar cowok tampan kaya dan cewek cantik miskin, I’m so sorry.

Tapi drama yang satu ini bikin pandangan saya tentang drama korea harus direvisi 😀 hampir di setiap episode saya nangis nontonnya. Pertama, karena kasus-kasusnya diambil dari kisah nyata. Kedua, karena menyaksikan dampak hukum yang tidak adil terhadap kehidupan seseorang. Ketiga, bobroknya nilai-nilai moral baik itu dari lembaga hukum dan oknum-oknum didalamnya. Yang ini asli bikin gemes setiap nonton. Terutama waktu episode Han Se Kyu ngomong gini, “It’s a good country.” Han Se Kyu ini pembunuh dan pemerkosa, yang karena orangtuanya kaya banget dia selalu lolos dari tangan hukum. Makanya saat diselidiki oleh Hae-Young dia bilang ke Hae-Young kaya’ tadi, “It’s a good country.” Duh pengen tak tonjok.

Setiap kasus-kasus yang mereka tangani selalu berhubungan dengan Detektif Jae-Han yang berada di tahun 1989 dan sebelum kejadian-kejadian tahun 2000. Drama ini saya kasih nilai 5 stars juga karena twist-twist di-plotnya. Mudah-mudahan segera ada season keduanya.

Review : The Librarians (TV Series 2014 – present)

Awalnya ga sengaja nonton seri ini di TV waktu pulang ke Batam, pas pula masih episode 1. Tapi karena nontonnya ga konsen, alias nyambi nemenin si bocah main hehe… Akhirnya ngasih note di henpon about these series.

Plot (wikipedia) :

The series follows four people, Eve Baird (Rebecca Romijn), who is chosen by the Library to be the new Guardian, as well as Ezekiel, Cassandra and Jacob, who were asked to apply to the Library to become The Librarian, but for some reason didn’t show up to the “auditions”. So the Librarian position went in favour of Flynn Carsen (Noah Wyle). While Flynn is searching for the Library (which is lost in time and space during the pilot), the four become a new team of Librarians in order to solve impossible mysteries, recover powerful artifacts, and fight against supernatural threats, especially the forces of the Serpent Brotherhood, led by the mysterious immortal Dulaque (Matt Frewer).

Singkatnya ada sebuah Perpustakaan yang berisi buku-buku dan artefak langka yang sangaaaat besar tersembunyi dibawah kota (kota apa saya lupa). Perpustakaan ini memilih sendiri Pustakawan dan Penjaga-penjaganya.

Bahkan baru baca judulnya aja kemarin itu saya udah tertarik pengen ngikutin seri nya. I love everything about books and library. Tapi sepertinya harapan saya terlalu tinggi 😀

Pengennya lebih banyak episode tentang buku-buku atau semacamnya lah, tapi setelah ngikutin Season 1 nya, seri ini di saya malah lebih berasa Supernatural-series-taste. Ada yang pernah nonton Seri Supernatural? Kurang lebih seperti itu. Ada sih 1 episode tentang buku yang berjudul “Libris Fabula“, tapi kebanyakan episode malah lebih banyak tentang mitos-mitos. Ini yang bikin ga istimewa. Karena seri atau film yang mengangkat mitos sebagai isu utama nya sudah banyak. Harapannya dengan judul se-bookish itu bisa tampil beda.

Indoor Game : Jengket / Engklek Abaca

Karena saya pengen banget Arkan bebas gadget untuk sementara ini, akhirnya tiap hari muter otak bikin permainan untuk ngisi kegiatan Arkan. Salah satu ide yang keluar dari kepala adalah Jengket, atau ada yang nyebutnya Engklek. Bagusnya sih outdoor, tapi yang kali ini indoor. Walo sebenernya ga murni jengket sih 😀

Arkan seneng banget kegiatan gerak kesana kemari, kaya anak kancil ^^” Dan Jengket Abaca ini cocok banget, sekalian belajar membaca. Seru deh. Arkan sampe minta ulang-ulang. Setelah istirahat minta main lagi.

Yang diperlukan cuma kertas sama alat tulis.

20160107_095639-1

Setelah itu ditempelin dilantai.

20160107_100600-1

Cara mainnya juga gampang.

Pertama, kenalin dulu satu per satu suku katanya. Kalo saya cuma buat sampe “Ga” aja.

Kedua, orangtua memberi instruksi dimulai dari huruf a, kemudian diurutin ba, ca, da, sampai ga. Setelah terbiasa dengan berurutan, coba dengan acak. Misalnya dari “ba” ke “da”, atau dari ga ke ca.

Bisa juga loh diterapin untuk pengenalan warna, bentuk dan lainnya. Kalo untuk ngenalin warna bisa dengan kertas lipat untuk tempelannya, kalo bentuk ya tinggal gunting kertas sesuai bentuk-bentuk yang mudah dulu, seperti persegi segitiga, atau lingkaran.

20160107_100717

Ini Arkan lagi seru main *abaikan “pemandangan indah” nya 😂 maklum mau pindahan

My Goodread Reading Challenge 2016

Dari tahun lalu ada rencana ingin ningkatin jumlah buku untuk Goodreads Challenge tahun ini, cuma ada beberapa pertimbangan, salah satunya yang pokok adalah soal pindahan, insyaAllah tahun ini juga. Bukan soal pindahannya aja sih, belum lagi nanti adaptasinya, belanja kebutuhan tempat baru, eksplorasinya, hari-hari kayanya bakal dipenuhi dengan hal itu. Mudah-mudahan masih bisa menata waktu untuk membaca buku. Harus.

Makanya ga nentuin target muluk-muluk. Kalau lebih dari target syukur banget. Tahun 2015 lalu yang tadinya pesimis malah jadi melebihi target 🙂 Alhamdulillah. Jadi setelah pertimbangan ini itu akhirnya target baca buku tahun ini masih sama dengan tahun lalu, 30 Buku. Semoga tercapai, aamiin.

3

 

Cake Nenas Kukus (No Food Additives & Gluten Free Steamed Pineapple Cake)

 

Sejak beberapa hari lalu saya bertekad untuk lebih sering bikin cake yang Gluten Free dan tanpa Food Additives. Dan kayanya udah jodoh sama Nenas, dari kapan gitu pengen Nenas, eh waktu jalan-jalan sore sama suami & anak ketemu Nenas cantik di abang2 tukang buah dipinggir jalan, sudahlah, sikat.

Agak takut2 juga waktu mau eksekusi. Bukan cuma sekali saya gagal bikin cake (T.T) berkali-kali heheu. Tapi dengan tekad bulat sebulat bulan purnama #tsah akhirnya bertekad yang kali ini wajibul kudu berhasil. Saya bener2 berharap stok kegagalan saya udah habis dalam dunia per-baking-an (^.^”) dan Alhamdulillah, berhasil! Senengnyaa pake banget 😀 hehe
MasyaAllah rasanya enaakk, wangi, teksturnya spongy & lembut, cuma beremah gitu. Tapi gapapa lah ya, lumayan untuk New Comer hehe InsyaAllah enak & sehat.

Resep dasarnya dari Dapurnya Mba Rin. Karena pengennya yang gluten free searching2 lagi dan akhirnya nemu berbagai resep gluten free cake di dapurnya Ummu Fatima.

Selain itu saya juga suka mampir ke dapurnya Mba Endang 🙂 Blog beliau ga hanya sharing resep2 aja, tapi juga kaya tips and trik tentang dunia per-kue-an.

Gitu ceritanya :p Nah, karena judulnya Gluten Free, untuk komposisi tepung terigunya diganti dengan tepung beras & maizena. Bagian atasnya itu chocochips, katanya sih bake stable, taunya dikukus meleleh. Yaiyalah wkwk, maafkeunn, maklum newbie. Btw ini cakenya ga terlalu manis ya, karena aku ga suka yang terlalu manis.

Here is the recipe 🙂
Bahan :
100gr tepung beras
30gr tepung maizena
100gr nenas (berat setelah diblender & disaring)
100gr gula (bisa ditambahkan sesuai selera)
75gr margarin cair / minyak canola / zaitun dll
3 butir telur suhu ruang
How :
– blender nenas, saring biar kadar airnya berkurang (air nenasnya dikit aja sih, jgn dibuang, diminum hehe)
– panaskan kukusan
– olesi cetakan dgn margarin / canola dll (saya pakai cetakan bulet, diameternya ntar yah tak ukur)
– tepung beras & maizena dicampur lalu diayak
– kocok telur & gula dgn mixer kecepatan penuh hingga mengembang & memutih (kalo cara mengocok saya ikut caranya justtryandtaste.com dikocok diatas air hangat, jadi mangkok mixer ditaruh diatas wadah berisi air hangat)
– setelah mengembang, campurkan tepung yg sudah diayak perlahan2, setting mixer dgn kecepatan 1, udah rata, stop
– masukkan nenas, aduk rata dgn spatula
– masukkan margarin cair, aduk rata dgn spatula
– udah rata langsung tuang ke cetakan
– masukkan cetakan ke kukusan
– kukus kira-kira 35-40 menit dengan api sedang
Kalo udah mateng, tunggu dulu setelah menghangat, baru Cake dikeluarin dari cetakan. Selamat mencoba yaa 🙂

 

Brownies Lemon Kukus (No Food Additives Added & Gluten Free)

Karena jadwal tadi pagi kita sekeluarga mau berenang, akhirnya abis subuh emaknya Arkan langsung otak atik resep buat eksekusi Brownies Lemon untuk bekal. Dan hasilnyaa, masyaAllah enaak & lembuuut, apalagi waktu anget-anget, so moissst… dan wangi lemonnya seger.

Seperti biasa, ga terlalu manis, request-nya Abu Arkan juga ga mau yg manis-manis banget. Sebenernya hasil manis juga, cuma dibawah 1 level dari standar manis kebanyakan, halah apadeh :p
Bahan-bahan :
60 gr tepung beras
20 gr tepung maizena
80 gr chocolate compound (coklat olahan)
20 gr coklat bubuk (pake merk Socolatte)
80 gr gula pasir
3 butir telur
80 gr margarin
1/4 sendok teh kulit lemon parut
1/4 sendok teh air perasan lemon
How :
– cairkan coklat
– cairkan margarin
– tepung beras, maizena, & coklat bubuk dicampur jadi satu lalu diayak
– panaskan kukusan
– oles loyang dengan margarin / canola dll (loyang saya yang bulat dengan diameter 17.5 cm)
– kocok telur & gula dengan mixer kecepatan penuh hingga mengembang & memutih (dikocok diatas air hangat, jadi mangkok mixer ditaruh diatas wadah yang siah diisi air hangat)
– setelah pucat & mengembang, campurkan tepung yg sudah diayak perlahan2, setting mixer dengan kecepatan 1
– masukkan coklat cair, aduk dengan mixer kecepatan 1
– masukkan margarin cair, aduk dengan mixer kecepatan 1
– masukkan parutan kulit lemon & air perasan lemon, aduk rata pake spatula
– masukkan adonan ke loyang
– masukkan loyang ke kukusan yg sudah dipanaskan
– kukus kira-kira 35 menit
Selamat mencobaa, semoga berhasil yaa 🙂

Cake Ketan Hitam Jahe Kukus (Gluten Free & No Food Additives)

Salah satu Cake favorit saya ya ini, Cake Ketan Hitam. Ga pernah bosen. Kali ini pengen beda dikit, tambah sedikit jahe. Ternyata klop banget deh keduanya dijodohin ^^ sukaaa, sangat tradisional sekali rasanya.
Untuk resep dasar Cake Ketan Hitam ini biasanya saya selalu pake punya Ummu Fatima, alhamdulillah insyaAllah selalu berhasil 🙂
Bahan-bahan :
90 gr Gula Pasir (kalo kurang manis tambah lagi ya)
130 gr Tepung Ketan Hitam
4 butir Telur
90 gr Margarin/canolla/dll
1 sdt Jahe Parut
Caranya :
– panaskan kukusan
– oles loyang dengan margarin
– mix telur & gula hingga dengan kecepatan tinggi, mengembang & pucat kecilkan kecepatan mixer
– masukkan tepung sedikit demi sedikit, aduk rata, ga usah lama-lama
– masukkan jahe parut, aduk rata
– tuang adonan ke dalam loyang (loyang saya diameternya 17.5cm)
– masukkan loyang ke kukusan, kukus selama 30 – 35 menit

Brownies Pisang Kukus (Gluten Free & No Food Additives)

Hujan2 makin nikmat ditemani Brownies anget2

Wangii & lembuut, masih panas2 Arkan udah ga sabaran pengen cicip, terpaksa deh minta bantuan kipas angin. Hampir separoh kayanya disikat Arkan
Resep dasarnya dari salah satu food blogger favorit saya Ummu Fatima. Modif dikit aja, takaran gula, margarin, & topping-nya. Trus di resep aslinya dipanggang, nah kareba saya ga punya oven jadinya dikukus ��
Bahan-bahannya :
2 btr telur
100 ml margarin (cairkan)
120 gr coklat compound (cairkan)
60 gr gula pasir
80 gr tepung beras
20 gr tepung maizena
200 gr pisang cavendish (yang sudah dikupas kulitnya), lumatkan
25 gr coklat bubuk
Caranya :
– panaskan kukusan
– oles loyang dgn margarin
– Campur tepung beras, maizena dan coklat bubuk, ayak
– mix telur dan gula dengan kecepatan tinggi hingga mengembang
– masukkan campuran tepung dan coklat bubuk, aduk rata
– masukkan pisang, aduk rata
– masukkan campuran coklat & margarin, aduk rata
– Tuang di loyang (loyang sy bulet ukuran 17.5 cm)
– kukus 30 menit
– setelah mateng, taburkan keju parut

Brownies Mangga

Tadinya pengen bikin Brownies Wortel, tapi karena stok mangga yang masih banyak, jadilah siang ini eksekusi Brownies mangga. Daaan, langsung ludes sama orang-orang kantor, suami malah cuma kebagian sebijik hehehe… Untung buat Arkan udah diselametin. Arkan masih boboci soalnya.

Ceritanya lagi musim mangga disini. Dari yang biasanya rebutan sama Ayam pagi-pagi, sampe pada masa-masa Ayam-ayamnya pada eneg sama mangganya, jadi ga perlu rebutan lagi sama mereka, saking melimpahnya. Total ada 5 pohon mangga di lingkungan kantor yang produktif “melahirkan”. Saking banyaknya, kadang ngambilnya mesti pake gerobak sorong.
Kali ini saya ga pake cara kukus, tapi panggang pake Happy Call. Seperti biasa, Brownies-brownies yang saya buat less sugar ya buibu. Jadi kalo mau nambah silahkan tambah sendiri jumlah takaran gula-nya sesuai selera 😀 Selain karena buat anak juga, suami saya juga ga doyan yang terlalu manis.Makanya kalo saya buat cake atau brownies pasti takaran gulanya saya kurangin.
Bahan-bahan :
100 gr mangga (sudah diblender)
75 gr margarin (cairkan)
80 gr coklat compound (merk colatta, cairkan)
50 gr gula pasir
60 gr tepung beras (merk rosebrand)
20 gr tepung maizena
20 gr coklat bubuk (merk socolatte)
*loyang ukuran 10 x 22 cm
Cara :
– campur tepung beras, maizena, dan coklat bubuk, ayak jadi satu
– Panaskan Happy Call dengan api kecil banget
– Oles loyang dengan margarin
– mix gula dan telur dengan kecepatan tinggi sampe mengembang dan memucat, turunkan kecepatan ke level 1
– masukkan campuran tepung dan coklat, aduk
– masukkan mangga, aduk
– masukkan coklat & margarin, aduk rata
– aduknya ga usah lama-lama
– tuang adonan ke loyang
– masukkan loyang ke Happy Call (loyangnya jangan lupa di alas dengan alumunium foil)
– panggang dengan api yang sangat kecil sekitar 30 menit

DIY : Mainan Menjahit (Sewing Games)

1428489207867What we played yesterday afternoon.
Sewing games. Menjahit ecek2 😁
Ngiler sama mainan2 edukatif kayu, tapi mikirin ongkirnya jadi mundur teratur, soalnya #mainankayu berat kan ya, dilema kalo posisi di ujung negeri 😓 jd selama bisa dibikin sendiri mari kita bikin sendiri.
Mainan menjahit icak2 ini gampang bgt bikinnya
– cukup punya kardus bekas, atau kalo ada kardus eye-catching yg kya punya saya digambar lbh bagus lg 😀
– tali / string / benang
– pembolong kertas – gunting
– Bentuk kardus sesuai keinginan, hewan, kendaraan dll, it’s up to you.
– udah dibentuk bolong2in
Jadilah 😀
Abaikan pemandangan dibelakang 😂😅

1428482394266

1428482456925