Review : The Devil (2007)

downloadEfek dari nonton serial Signal bikin saya jadi hobi sama serial Thriller. Salah satunya yang baru saya tonton serial The Devil (The Lucifer). By the way, sebenarnya serial ini diluar watch-list. Waktu buka web yang biasa saya pake untuk streaming tetiba drama ini muncul random di page pertama. Iseng saya klik, dan keterusan sampai episode terakhir 😁✌

Salah satunya memang karena efek judul, tapi penyebab awalnya karena ada muka yang kayanya pernah saya lihat, Shin Min-A. Mikirnya masa’ sih dia maen di serial Thriller gini, eh ternyata pas dibuka memang beneran Shin Min-A. Ini drama pertama Shin Min-A yang sanggup saya tonton sampai habis 😅 Sebelumnya saya pernah lihat Shin Min-A di sebuah drama serial comedy-fantasy yang diadaptasi dari buku, My Girlfriend is a Nine Tailed Fox,  tapi ngga sampai habis, cuma 2 apa 3 episode gitu, lupa, ngga terlalu minat sama ceritanya.

SINOPSIS

Serial ini berkisah tentang dua orang yang ditakdirkan untuk menghadapi satu sama lain. Pun dengan tokoh-tokoh lainnya. Mereka terhubung oleh sebuah insiden pembunuhan 12 tahun lalu.

Kisahnya diawali dengan potongan gambaran “penglihatan” dari seorang gadis kecil. Gambaran penglihatan tersebut merupakan potongan-potongan kejadian pembunuhan seorang siswa sekolah tidak jauh dari lokasi gadis kecil itu berdiri. Gadis kecil tersebut menjadi saksi pertama atas kasus pembunuhan tersebut, namun kesaksiannya diabaikan karena dianggap tidak masuk akal.

Dua belas tahun kemudian, detektif Kang Oh-soo (Um Tae-woong) menerima sebuah surat dan sebuah kartu tarot yang bertulis “judgement”. Dan permainan kemudian dimulai diantara semua pelaku, korban, dan orang-orang yang pernah berhubungan dengan kasus pembunuhan 12 tahun lalu tersebut, bagaimana setiap pihak berupaya untuk mengungkap sebuah kebenaran yang pahit.

REVIEW

Serial Thriller begini menurut saya ngga cocok dibikin sampai 20 episode, bikin gregetan, berasa lama bener alurnya. Untung aja ketolong sama dialog-dialognya yang menurut saya valuable. Selain dialognya yang berbobot Serial ini juga didukung akting pemainnya yang baik. Salah satu yang paling apik adalah akting Ju Ji-Hoon yang memerankan karakter O Seung-Ha sebagai sosok dingin yang dihantui oleh kepedihan masa lalunya. Kepedihan yang ngga terbayar ini bikin Seung-Ha diliputi dendam yang berujung tragedi.

Ada beberapa scenes yang karena dialog epic nya bikin merinding. Mungkin karena bener-bener happening didalam masyarakat kita juga.

Di episode 12, reporter Gwang Doo menemui Pak In-Ha, Guru sekolah lama Oh-Soo. Gwang-Doo meminta Pak In-Ha mengungkap kebenaran tentang pembunuhan salah muridnya, Tae-Hoon, yang tersangkanya juga merupakan murid Pak In-Ha juga, Oh-Soo. Tapi Pak In-Ha bilang dia yakin kalau kejadian tersebut adalah sebuah kecelakaan. Gwang-Doo pun senyum gusar, dia menganggap Pak In-Ha menutupi kebenaran. Lalu Pak In-Ha pun menjawab :

“I was the who was the blamed most. It was so wrong of me to not to pay more to them as their teacher. The Adults who use their power did wrong to the victim’s family. The school was busy covering up the truth to save their reputation was wrong. In addition, the reporter (maksudnya Gwang-Doo) who wrote an article saying there was violence at school without knowing the truth, was wrong. That’s the truth I know.”

Dengan kata lain maksud Pak Guru In-Ha, kejahatan tersebut juga merupakan tanggung jawab banyak pihak yang abai ketika bibit-bibit kejahatan tersebut masih berupa tunas.

Episode 20. Waktu Oh-Soo mengintrogasi Hyung nya yang dicurigai Oh-Soo terlibat kasus pembunuhan temannya. Diakhir pertengkaran itu Oh-Soo bilang ke Hyung nya :

“But I know than anyone else. People can forget about their past, but the past will never forget about them.”

Terus di episode berapa gitu lupa, waktu itu Oh-Soo bertengkar dengna Pak Guru In-Ha karena kasus pembunuhan yang melibatkannya. Pak Guru In-Ha memaksa Oh-Soo mengaku dan menyalahkan kelakuan nakal Oh-Soo sehingga mengakibatkan hal buruk ini terjadi dalam hidupnya, lalu Oh-Soo yang sudah banjir air mata menjawab histeris :

“Why didn’t you do anything until a bad person like me killed someone? Why???”

Kurang lebih maknanya seperti episode 12 tadi. Banyak dari kita lalai dan abai ketika bibit-bibit kejahatan mulai tumbuh dalam diri anak. Atau bahkan kita termasuk yang menyemainya. Hingga kemudian ketika bibit itu sudah tumbuh dan mengakar, kita (orangtua, masyarakat, media dan pihak-pihak lainnya) akan saling menyalahkan dan mulai memberi judgement.

The ending of this drama is a tragedy. Setelah dikuras dari episode awal dengan penyesalan dan kesepian yang dialami tokoh-tokohnya, ujung-ujungnya dikuras lagi di episode terakhirnya. Bukan tipikal drama korea 😅 But it’s still worth watching until the last episode. Recommended 🙂

One comment

Leave a Reply